lintang kemukus dini hari (Senin, Januari 5th, 2009)

Published by dq stardust in lintang kemukus dini hari, ronggeng dukuh paruk at 21:44 with no comments.

bagian ke lima belas
Tetapi sesuatu itu tak bisa diraba oleh daya pikir siapa pun di Dukuh Paruk, tidak juga Sakarya. Padahal sepanjang hidupnya yang tidak pernah berhenti dari mengikuti irama dan keberimbangan alam, Sakarya telah memperoleh cukup kearifan. Bahwa suatu keluarbiasaan harus dibayar dengan kerusakan keberimbangan.
"Jangan tertawa terlalu terbahak-bahak, sebab nanti akan segera menyusul tangis [...]

lintang kemukus dini hari (Minggu, Juli 20th, 2008)

Published by dq stardust in ronggeng dukuh paruk, saduran at 03:52 with no comments.

bagian keempat
Seberkas lagu dan liriknya dibawakan oleh dua orang yang sejak kelahiran mereka menjadi murid alam.
Orang-orang yang sedang berjudi berhenti menjatuhkan kartu. Yang sedang tiduran berleha-leha mengawang ke alam khayal antara tidur dan jaga.
Perempuan yang sedang mengunyah sirih tetap menggerak-gerakkan mulut, tetapi pikirannya terbang ke belakang, ke suatu masa yang paling [...]

ronggeng dukuh paruk (Selasa, Juni 3rd, 2008)

Published by dq stardust in ronggeng dukuh paruk, saduran at 08:28 with no comments.

bagian keduabelas
Kepada Sersan Slamet kutunjukkan dua mayat. Tetapi aku hampir muntah melihat darah begitu banyak. Sebuah senjata lagi tergeletak dekat salah seorang mayat.

ronggeng dukuh paruk (Sabtu, Mei 31st, 2008)

Published by dq stardust in ronggeng dukuh paruk, saduran at 07:18 with no comments.

bagian kesebelas
Kehadiran tentara di Dawuan tidak selamanya dapat mencegah perampokan di wilayah kecamatan tersebut. Bahkan di beberapa kampung para perampok semakin berani. Pembunuhan terhadap para korban mulai berani mereka lakukan. Usaha mengatasi masalah itu ternyata bukan tugas mudah bagi Sersan Slamet bersama anak buahnya. Patroli malam hari tidak berhasil menangkap seorang perampok pun.